Menangis di Rapat dengan Diskes, Maulidah Minta Pemprov Serius Tangani Covid-19
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Anggota Komisi V DPRD Lampung Maulidah Zauroh membenarkan video yang beredar dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Kesehatan Lampung, Senin (16/8/2021).
Dalam video ini, Maulidah sempat emosi hingga menggebrak meja dan menangis karena kecewa penanganan Covid-19 di Lampung (baca: Gebrak Meja! Legislator PKB Menangis Stok Obat Covid-19 Tak Ada di Apotek).
Ia mengatakan, pada prinsipnya mendorong Pemerintah Provinsi Lampung untuk lebih proaktif mengatasi pencegahan dan penanganan Covid-19 di Lampung.
“Karena memang kondisinya bukan sederhana lagi, tetapi sudah urgent,” ujar legislator PKB ini saat dikonfirmasi Rilisidlampung, Rabu (18/8/2021).
Ia menyebut, fakta di lapangan bahwa masyarakat ketika bergejala tidak ada yang tahu apakah dirinya positif Covid-19 atau tidak. Masyarakat menganggap sebagai flu biasa dan tetap pergi ke mana-mana.
“Kemudian mereka berobat misalnya ke bidan bayar Rp50 ribu, tetapi disuruh antigen Rp250 ribu, mana ada yang mau,” kata dia.
Oleh sebab itu, dia berharap Pemprov Lampung maupun Diskes Lampung lebih serius menangani pandemi ini. Selanjutnya, membuat program-program yang dapat menyentuh masyarakat hingga pelosok Lampung.
“Kalau dirasa perlu antigen gratis ya sediakan, kalau memang obat-obatan habis bagaimana caranya tersedia meski misalnya bukan ranahnya Diskes,” tegasnya.
Kemudian soal ketersedian vaksin, dia mengatakan Pemprov Lampung harus lebih progresif mengejar ke pemerintah pusat.
“Kita harus saling bahu membahu, jika vaksin waiting list jangan hanya menunggu, tetapi kejar terus ke pusat. Jangan sampai korban terus bergeletakan," sentilnya. (*)
Maulidah Zauroh
DPRD Lampung
Komisi V DPRD Lampung
Dinas Kesehatan Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
